Sunday, December 17, 2017
PEMIMPIN EFEKTIF DAN IDEAL
Kepemimpinan atau leadership adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang-orang lain agar bekerjasama sesuai dengan rencana demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian kepemimpinan memegang peranan yang sangat penting dalam management, bahkan dapat dinyatakan, kepemimpinan adalah inti dari management.
Realitanya, tidak semua orang yang menduduki jabatan pemimpin memiliki kemampuan untuk memimpin atau memiliki ‘kepemimpinan’, sebaliknya banyak orang yang memiliki bakat kepemimpinan tetapi tidak pernah mendapat kesempatan untuk menjadi pemimpin dalam arti yang sebenarnya. Sedang pengertian ‘kepala’ menunjukan segi formal dari jabatan pemimpin saja, maksudnya secara yuridis-formal setiap orang dapat saja diangkat mengepalai sesuatu usaha atau bagian (berdasarkan surat keputusan atau surat pengangkatan), walaupun belum tentu orang yang bersangkutan mampu menggerakan mempengaruhi dan membimbing bawahannya serta (memimpin) memiliki kemampuan melaksanakan tugas-tugas untuk mencapai tujuan.
Rumusan alternatif pemimpin efektif dan ideal secara garis besar mereka yang memiliki Visibilitas, Integritas Moral, Kredibilitas, Akseptabilitas,dan Kapabilitas.
Karekteristik pemimpin efektif dan ideal tersebut dapat dideskripsikan berikut ini :
1. Pemimpin yang memiliki visibilitas adalah pemimpin yang memiliki visi dan misi yang jelas. Visi dan misi akan dapat dilihat melalui program yang diajukan. Program dimaksud harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: Fisibel, realistis, kompetitif, prospektif, praktis / fungsional, humanis, akuntabel, dan rasional. Semua syarat itu harus dipertimbangkan dengan cermat dan teliti oleh calon pemimpin, sebelum dan pada saat menyusun dan merancang suatu program. Suatu program dikatakan fisibel (feasible) jika dapat dijalankan, dikerjakan, dan diselesaikan (operasional).
Suatu program dikatakan realistis dalam arti bukan atas dasar hasil pemikiran yang terlintas sesaat, tetapi berdasarkan hasil kajian/ studi kelayakan dalam waktu yang relatif lama, mendalam, dan komprehensif. Suatu program dikatakan kompetitif jika program tersebut mampu bersaing dan mampu menunjukkan kelebihan atau keunggulan jika dibandingkan dengan program-program kompetitor lainnya.
2. Integritas Moral
Figur pemimpin akan mampu bekerja mengacu pada nilai-nilai moral spiritual. Pemimpin akan mengaktualisasikan, mengimplementasikan, mengaplikasikan, dan meginternalisasikan nilai-nilai tersebut di segala bidang kehidupan. Hal itu tercermin dalam sikap laku, tindak tanduk, budi bahasa, dan amal perbuatan mereka dalam kehidupan sehari-hari. Mereka adalah sosok pemimpin yang rasional, jujur, adil, berwibawa, rendah hati, merakyat, tahan kritik, tidak emosional, dan tidak korup.
3. Kredibilitas
Pemimpin yang kredibel adalah pemimpin yang dapat dipercaya dan berpegang teguh pada janji. Janji adalah hutang dan sumpah yang tidak hanya harus mereka pertanggungjawabkan kepada rakyat, tetapi yang lebih penting harus dipertanggungjawabkan kepada Tuhan. Pemimpin yang memiliki integritas moral dan kreadibilitas tidak pernah terlibat skandal, kriminal, ataupun masalah-masalah yang terkait dengan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).
4. Akseptabilitas
Kategori akseptabilitas seorang pemimpin daapat terukur; jika ia dapat diterima dan mampu bekerja sama (hal yang positif) dengan berbagai elemen, kelompok, golongan manapun. Pemimpin tidak boleh : Xenophobis, tidak Sectarian, tidak Eksklusif, tidak Etnosentris, tidak Chauvinis, dan terbuka terhadap relitas bahwa dunia kehidupan adalah beragam (multicultural)
Pemimpin tidak Xenopobis jika dia tidak merasa takut, khawatir, curiga terhadap kedatangan dan keberadaan orang, suku, maupun bangsa lain di daerahnya, sepanjang mereka memiliki komitmen terhadap kemajuan dan pembangunan daerah yang mereka datangi ataupum mereka tempati.
Pemimpin tidak Ekslusif jika dia tidak menjadikan keluarga, kelompok, golongan, partai, dan sukunya sebagai keluarga, kelompok, golongan, partai, ataupun suku yang harus mendapatkan perlakuan khusus maupun istimewa.
Pemimpin tidak Sektarian jika ia tidak membedakan-bedakan, tidak memilah memilih orang berdasarkan atas: sekeluarga atau tidak, sekelompok atau tidak, segolongan atau tidak, dan dst.
Pemimpin yang tidak sektarian dan tidak eksklusif; akan memperlakukan semua sama, tidak pandang dari elemen, kelompok, dan golongan manapun. Jika diharuskan untuk memilah atau memilih, dia akan tetap berpedoman pada prinsip-prinsip kompetensi, profesionalitas, dan The Man On The Right Place.
Pemimpin tidak Etnosentris jika ia memiliki semangat dan daya juang untuk melawan dan memberantas segala bentuk fanatisme kedaerahan dan kesukuan yang sempit yang biasa mencederai semangat kesatuan, persatuan dan ke-Bhineka Tunggal Ikaan bangsa.
Pemimpin tidak Chauvinis jika ia tidak mengutamakan, memprioritaskan, dan mengistimewakan kelompok, golongan, suku, ataupun rasnya, dan memandang rendah kelompok, golongan, suku, ataupun ras lainnya.
5. Kapabilitas
Pemimpin dikategorikan memiliki kapabilitas jika ia memiliki pengetahuan dan pengalaman yang luas, serta memiliki kecakapan, keterampilan, dan kecerdasan.
Jacobs, dkk (2012:25): pemimpin yang efektif dan ideal memiliki kepribadian yang caring, openness, flexibility, warmth, objectivity, truthworthiness, honesty, strength, patience, dan sensitivity. Ciri lainnya adalah bahwa pemimpin tersebut nyaman dengan diri sendiri dan orang lain, meliputi nyaman dengan posisi sebagai pemegang otoritas, percaya diri dengan kemampuannya untuk memimpin, dan kemampuan untuk mendengarkan perasaan, reaksi, mood, dan kata-kata orang lain. Hal terpenting lainnya adalah memiliki kesehatan psikologis.
Jika anda inginkan Pemimpin Efektif dan Ideal, jadilah pribadi pencerah yang baik dan benar bagi orang-orang disekitarmu dan masyarakat umumnya.
Jangan berikan peluang kepada calon pemimpin karbitan instan transaksional demi kemaslahatan daerah dan bangsamu. !!!
Penulis adalah Praktisi Pendidikan, Pengajar di SMP Kristen Payeti - Waingapu - Sumba Timur
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment
Trimakasih Sudah Berkunjung
Mari Berkomentar yang sopan demi tujuan kontruktif