Powered By Blogger

Friday, October 21, 2022

Best Practice PJOK

LK 3.1. Menyusun Best Practices Menyusun Cerita Praktik Baik (Best Practice) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil Dan Dampak) Terkait Pengalaman Mengatasi Permasalahan Siswa Dalam Pembelajaran Lokasi : SMP Negeri 1 Kambera Lingkup Pendidikan : Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tujuan yang ingin dicapai : Meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK dan motivasi belajar peserta didik dengan Pendekatan Saintifik berbasis HOTS dan Model PBL berbasis ICT dan TPACK Penulis : Hendra Kadu Praing, S.Pd Tanggal : 26 September 2022
Situasi: Kondisi yang menjadi latar belakang masalah, mengapa praktik ini penting untuk dibagikan, apa yang menjadi peran dan tanggung jawab anda dalam praktik ini. 1. Kondisi yang menjadi latar belakang masalah Praktik pembelajaran Kurikulum 2013 yang penulis lakukan selama ini, hanya menggunakan buku yang tersedia di perpustakaan dan hanya berdasarkan pengalaman saya pribadi. Namun, dalam praktik, penulis mengalami kendala atau kesulitan, dimana materi dan tugas yang diberikan tidak sesuai dengan karakteristik dan latar belakang siswa. Penulis cenderung fokus pada penilaian ranah kognitif yang lebih mementingkan hafalan materi. Dengan demikian proses berpikir siswa masih terbatas dalam level C1 (mengingat), memahami (C2), dan C3 (aplikasi). Penulis selaku guru, kurang optimal menerapkan atau melaksanakan pembelajaran yang berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills (HOTS). Penulis jarang menggunakan media pembelajaran apalagi media berbasis ICT. Dampaknya adalah suasana pembelajaran di kelas menjadi monoton atau kaku dan siswa terkesan kurang berminat dan kurang termotivasi dalam belajar. Menghadapi era Revolusi Industri 4.0, siswa harus dibekali keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills). Salah satu model pembelajaran yang berorientasi pada HOTS dan disarankan dalam implementasi Kurikulum 2013 adalah model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning). PBL merupakan model pembelajaran yang mengedepankan strategi pembelajaran dengan menggunakan masalah dari dunia nyata sebagai konteks siswa untuk belajar tentang cara berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah, serta memperoleh pengetahuan dan konsep esensial dari materi yang dipelajarinya. Dalam PBL siswa dituntut untuk mampu memecahkan permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari (kontekstual). Dengan kata lain, bahwa PBL membelajarkan siswa untuk berpikir secara kritis dan analitis, serta mencari dan menggunakan sumber pembelajaran yang sesuai untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Peralihan pembelajaran jarak jauh (PJJ) ke pembelajaran tatap muka (PTM) membuat kualitas pembelajaran PJOK dan motivasi belajar siswa menurun. Oleh karena itu, siswa merasa bosan pada saat pembelajaran di kelas karena terbiasa bermain di rumah saat pembelajaran jarak jauh. Setelah berproses dalam Pendidikan Profesi Guru, saya mendapatkan perubahan cara berpikir tentang bagaimana semestinya menjadi guru yang profesional dalam memecahkan permasalahan belajar di sekolah. Dalam program PPG ini kami dibimbing, dilatih dan dibentuk menjadi lebih profesional dalam menjalankan tugas pengajaran, yakni dilatih atau dibimbing mengidentifikasi masalah, mengeksplorasi masalah, melakukan kajian literatur dan wawancara, menentukan alternatis solusi, memilih masalah terpilih, sampai pada kegiatan merencanakan pembelajaran, pelaksanaan rencana aksi dan rencana evaluasi, refleksi dan rencana tindak lanjut.Mengacu pada perencanaan pembelajaran yang tergambar dalam perangkat pembelajaran inovatif yang telah dirancang, saya dapat menerapkan pendekatan saintifik berbasis HOTS dan model PBL berbasis ICT dan TPACK saat praktik pembelajaran inovatif (PPL). 2. Praktik ini penting dibagikan Praktik baik pembelajaran ini, sangat penting untuk dibagikan karena : a. Praktik baik ini dapat memotivasi saya sendiri untuk mendesain pembelajaran yang kreatif dan inovatif, b. Praktik baik ini bisa memotivasi guru lain dalam hal mendesain pembelajaran yang kreatif dan inovatif, c. Praktik baik ini dapat menjadi referensi dan inspirasi guru-guru lain bagaimana cara mengatasi permasalahan pembelajaran. 3. Peran dan tanggung jawab saya dalam kegiatan praktik pembelajaran Adapun peran dan tanggung jawab saya selaku guru dalam praktik pembelajaran ini adalah bertanggung jawab dalam mendesain pembelajaran yang inovatif, menantang dan menyenangkan menggunakan pendekatan, model pembelajaran, dan media pembelajaran yang sesuai karakteristik peserta didik dan karakteristik materi, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai secara efektif. Dengan efektifnya penggunaan pendekatan, model dan media pembelajaran yang inovatif, tentu dapat meningkatkan kualitas pembelajaran PJOK, motivasi dan hasil belajar peserta didik.. Tantangan : Apa saja yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan tersebut? Siapa saja yang terlibat, 1. Mengacu pada latar belakang permasalahan di atas, adapun yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan, yaitu : Adanya keraguan apakah pendekatan saintifik berbasis HOTS dan model pembelajaran problem based learning (PBL) serta media pembelajaran berbasis ICT dan TPACK dapat berjalan efektif atau sebaliknya, adanya kekhawatiran penggunaan media pembelajaran berbasis ICT dan TPACK sudah sesuai atau belum dengan karakteristik peserta didik dan karakteristik materi pembelajaran mampu meningkatkan motivasi peserta didik mengikuti pembelajaran. Berdasarkan tantangan di atas, tantangan yang dihadapi melibatkan peran guru dalam hal kompetensi yang harus dimiliki guru yaitu: kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional. Sementara dari sisi peserta didik yaitu keaktifan dan motivasi belajar peserta didik. 2. Pihak yang terlibat dalam kegiatan Pihak yang terlibat dalam kegiatan adalah peserta didik kelas VIII B, rekan sejawat, kepala sekolah. Aksi : Langkah-langkah apa yang dilakukan untuk menghadapi tantangan tersebut/ strategi apa yang digunakan/bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat / Apa saja sumber daya atau materi yang diperlukan untuk melaksanakan strategi ini 1. Langkah-langkah untuk menghadapi tantangan, Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menghadapi tantangan, yaitu : Saya melakukan identifikasi masalah, eksplorasi penyebab masalah, penentuan penyebab masalah, penentuan solusi, kemudia pengembangan perangkat pembelajaran, pelaksanaan aksi atau praktik,evaluasi, refleksi dan rencana tindak lanjut 2. Strategi yang dilakukan guru dalam pemilihan model pembelajaran inovatif dengan memahami karakteristik peserta didik dan karakteristik materi pelajaran. Adapun pendekatan, model pembelajaran inovatif dan media pembelajaran yang dipilih yaitu Pendekatan saintifik berbasis HOTS, model Problem Based Learning (PBL) TPACK dan media pembelajaran berbasis ICT. Proses pemilihan strategi ini yaitu: mempelajari pendekatan, model-model pembelajaran inovatif dan media pembelajaran melalui kajian literatur, mempelajari kemampuan awal dan gaya belajar peserta didik serta mempelajari karakteristik materi. 3. Proses, Proses diawali dari identifikasi masalah, eksplorasi penyebab masalah, penentuan penyebab masalah, pengembangan perangkat pembelajaran, pelaksanaan aksi atau praktik,evaluasi, refleksi dan rencana tindak lanjut. 4. Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini Pihak yang terlibat dalam kegiatan adalah peserta didik kelas VIII B, rekan sejawad, dankameramen. 5. Sumber daya yang diperlukan adalah untuk melaksanakan strategi Sumber daya yang diperlukan dalam melaksanakan strategi ini diantaranya : 1 set perangkat pembelajaran yang terdiri dari; RPP, bahan ajar, LKPD, media pembelajaran dan instrumen penilaian. Dengan kata lain, yang diperlukan sebagai sumber daya adalah kompetensi dan kreatifitas guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran berupa RPP, bahan ajar, LKPD, media pembelajaran dan instrument penilaian yang berpusat pada aktifitas peserta didik. Refleksi Hasil dan dampak Bagaimana dampak dari aksi dari Langkah-langkah yang dilakukan? Apakah hasilnya efektif? Atau tidak efektif? Mengapa? Bagaimana respon orang lain terkait dengan strategi yang dilakukan, Apa yang menjadi faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi yang dilakukan? Apa pembelajaran dari keseluruhan proses tersebut 1. Dampak dari aksi yang dilakukan Dampak dari penerapan pendekatan saintifik berbasis HOTS dan model pembelajaran problem based learning (PBL) berbasis ICT dan TPACK, membuat siswa lebih bersemangat dan tidak bosan dalam pembelajaran, karena pada saat pembelajaran siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok yang heterogen serta secara berkelompok siswa berdiskusi menemukan solusi atas permasalahan yang ditemui, mempresentasikan hasil diskusi sebagai solusi dari permasalahan, menjawab pertanyaan yang diberikan guru atau teman dalam kelompok yang berbeda. Dengan pendekatan saintifik berbasis HOTS dan model pembelajaran problem based learning (PBL) berbasis ICT dan TPACK, siswa lebih termotivasi dalam mengikuti proses pembelajaran dan berdampak pada pembelajaran lebih berkualitas, hal ini dapat terlihat dari indikator keaktifan siswa mengalami peningkatan dari sebelum menggunakan pendekatan saintifik berbasis HOTS dan model pembelajaran problem based learning (PBL) berbasis ICT dan TPACK. 2. Hasilnya menunjukkan progresifitas positif dan sangat efektif, namun perlu didukung dengan fasilitas atau sarana dan prasarana yang memadai, pemilihan metode, pendekatan, model dan media yang tepat atau sesuai karakteristik siswa, materi dan karakteristik lingkungan belajar. Selain itu dibutuhkan kesadaran dan komitmen dari guru untuk terus berinovasi secara berkelanjutan demi penyelesaian setiap permasalahan pembelajaran yang dihadapi. Dengan kata lain bahwa adanya signifikansi peningkatan motivasi belajar peserta didik dalam mengikuti pembelajaran, berdampak pula pada meningkatnya hasil belajar siswa, serta makin berkualitasnya pembelajaran PJOK. 3. Respon peserta didik Tanggapan peserta didik terhadap strategi yang diimplementasikan oleh guru adalah peserta didik merasa sangat senang, antusias, aktif dalam pembelajaran. Alasannya karena sangat membantu peserta didik melakukan identifikasi, memehami, menganalisis dan mendemonstrasikan pengetahuannnya. Hal ini dapat terlihat saat peserta didik berdidkusi, mencari dan menemukan solusi atas permasalahan yang mereka hadapi, mampu mempraktekkan serta dapat membuat refleksi dan menarik sebuah kesimpulan atas pembelajaran yang mereka ikuti. 4. Faktor keberhasilan atau ketidakberhasilan dari strategi. Kegiatan praktik pembelajaran telah sesuai dengan perencanaan pembelajaran yang sudah didesain sebelumnya. Kendati masih terdapat beberapa kelemahan dalam pengimplementasiannya, namun strategi ini ternyata dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, motivasi dan hasil belajar peserta didik. Penulis meyakini bahwa tidak ada keberhasilan yang diraih secara instan. Suatu keberhasilan yang diraih dengan cara instan biasanya tidak teruji. Harus adanya ikhtiar yang berkelanjutan dan terbarukan agar keberhasilan itu dapat teruji dan diakui. 5. Pembelajaran dari keseluruhan proses yang dapat diambil Meningkatnya kualitas pembelajaran PJOK dan motivasi belajar siswa dengan diterapkannya pembelajaran inovatif berupa pendekatan saintifik berbasis HOTS dengan model pembelajaran problem based learning (PBL) berbasis ICT dan TPACK, maka penulis dapat merekomendasikan bahwa : Pentingnya implementasi atau penerapanpendekatan saintifik berbasis HOTS dan model pembelajaran problem based learning (PBL) berbasis ICT dan TPACK dalam pembelajaran secara umum maupun dalam pembelajaran PJOK secara khusus sebagai alternatif solusi dari pemecahan kompleksitas permasalahan pembelajaran yang ditemui atau dialami di kelas atau sekolah.

No comments:

Post a Comment

Trimakasih Sudah Berkunjung

Mari Berkomentar yang sopan demi tujuan kontruktif